gopenca

Goresan Perjalanan Percaya

We are Magcro

An article is a word that modifies or describes the Noun. It is used before the noun to show whether it refers to something specific or not. So,
in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: Putri Angie Posted date: Senin, Juni 10, 2019 / comment : 0




    Senin pagi di musim libur, Gerald dan lima rekan kami berkunjung ke rumah. Mereka dari Surabaya datang ke Banyuwangi dengan tujuan untuk menikmati pantai dan gunung di daerah tempat tinggal kami. Pagi itu, destinasi pertama incaran mereka adalah Teluk Ijo (Green Bay), berada di rute tercepat 40km yang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 16 menit dari lokasi rumah melewati Kesilir, Pesanggaran, dan Rajegwesi, Sarongan. Dalam pertualangan mereka menuju Teluk, aku dan adik, Enta diajak pula untuk turut bersama mereka. Kebetulan, Enta yang tahu arah menuju kesana. Kendaraan mobil yang kami tumpangi cukup untuk delapan orang dan kami pun berangkat segera setelah menghabisi gado-gado spesial yang dibuat dari resep rahasia tante, penjual Gado-Gado Lan Djien terkenal di Pluit, Penjaringan, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota.
    Perjalanan menuju Sarongan begitu menyenangkan lantaran lelucon-lelucon yang dilontarkan sekawanan kami menggelitik saluran aliran darah menuju otak kami untuk tertawa cekikikan sampai akhirnya kami pun tiba di pintu masuk, area pembelian tiket dengan budget per orang Rp. 7.500, dan Rp 10.000 parkir mobil. Sesegera tiket beres, kami diarahkan menuju tempat perhentian bagi mobil kami, yang menyediakan dua pilihan bagi kami untuk melanjutkan perjalanan via perahu atau tracking. Kami tak sempat cari tahu seberapa nominal rupiah yang harus kami korbankan jika kami harus naik perahu, kami lebih suka jalan kaki bersama tantangan kecapekan selain alasan tujuan saving uang tetapi alasan fellowship yang lebih terasa juga. Setelah beberapa dari kami selesai dari toilet, perjalananpun berlanjut.
    Sepanjang 2,9 km kami berjalan melawati jalan yang berliku, menanjak, dan berbatuan. Sesaat bertemu dengan jalan yang landai, begitu menenangkan kaki kami. Rasanya otot-otot bertambah  menjadi begitu keras, ketika kami sampai pada jalur anak tangga yang panjang menuju Pantai Batu yang berada di separuh perjalanan kami selama jalan kaki. Tetapi disatu sisi sulitnya perjalanan, aku melihat Enta dan Devi yang berjalan mendahuluiku begitu cepat membuat motivasiku naik, ditambah ada sosok yang sesekali mengulurkan tangannya untuk menolong, yang mendorong dari belakang ketika mulai lelah dan mengeluarkan kata-kata penyemangat yang menguatkan mental dan raga. Kami menenangkan nafas kami di Pantai Batu selama 10 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Saat kembali berjuang dalam misi menuju Teluk Ijo, kami sempat berhenti sesaat ketika kami menemukan sungai kecil dan jalan buntu. Kami pun mulai bingung arah jalan yang benar, tetapi salah satu dari kami (Gerald) penasaran dengan sungai kecil itu, dan akhirnya dia menyeberangi sungai tersebut dan benar ternyata ada jalan bersambung disana.
    Sekalipun jalan terputus oleh sungai, semangat kami tidak terputus-kaki kami tidak goyah. Yup, akhirnya perjuangan kami pun terbayar setelah kami melihat langsung Teluk Ijo yang selama ini hanya ada dalam bayang-bayang imajinasi kami. Kami disana cukup lama mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Kami menikmati persekutuan dengan rekan-rekan bersama alam ciptaan, mengambil foto dan beberapa dari kami berjebur di air pantai. Kami sangat bersukacita, dan pulang.
    Perjalanan kami menuju Teluk Ijo ini mengingatkanku kepada perjalanan hidup yang terkesan rumit yang pasti pernah dialami semua manusia, yang tidak jarang masalah dan pergumulan mampir secara bergantian hingga tak jarang pula merasa kewalahan dan menangis karena rasanya hidup dipenuhi oleh kegelapan tanpa harapan dan pemulihan datang.
    Aku rasa Sang Perancang Teluk Ijo yang juga Perancang Hidupku ingin agar di masa-masa yang melelahkan dalam hidupku bisa belajar dari pengalaman adventure ini.
    Ribuan tahun lalu, ketika prajurit Yahudi bertempur dan Daud berada dalam posisi yang membahayakan menuju Yerusalem,  tanpa bersungut-sungut sebuah nyanyian indah diekspresikan dengan tegas bahwa Ada Penolong yang kuat yang besar yang menaklukkan segala ciptaan yang bersedia siang dan malam menjaga nyawa terhadap segala kecelakaan sampai selama-lamanya.
    TUHAN, Penjaga Israel
    Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
    Pertolonganku ialah dari TUHAN , yang menjadikan langit dan bumi.
    Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
    Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
    Tuhanlah Penjagamu ,  Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
    Matahari  tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
    TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
    TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.
    (Tulisan nyanyian ziarah dalam mazmur)
    Keyakinan prajurit dan Daud seharusnya menjadi keyakinan manusia zaman ini pula, bahwa ada Pribadi menyediakan Diri-Nya sebagai Penjaga yang selalu siaga 24jam non-stop selama tak terbatas periode hidup manusia. Jika mereka tidak mau mengandalkan dewa Baal yang bisa terlelap dalam tidur, maukah kita sepenuhnya mempercayakan perjalanan hidup kita bukan kepada ilah-ilah lain yang berdalih sebagai watchful keeper? Maukah kita melayangkan mata kita kepada Allah, Penjaga yang tidak akan pernah tertidur dan akan memproteksi jalan manusia?



    icon allbkg

    Tagged with:

    Next
    This is the most recent post.
    Previous
    This is the last post.

    Tidak ada komentar:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says